Postingan

Sharse Minggu 8 Juni 2014 Bomber : Azzam Momod : Milwan Notulen : @iinms Tema : bepergian dengan kereta 1. @iinms 2. Sifat 3. Rumpe 4. Enras 5. Vina 6. Bintang 7. Dito 8. Tb 9. Ihsan S 10. Azzam 11. Ian 12. Dira 13.Vann 14. Nurmy 15. Tria 16. Fahmi.   17. Elva 18. Maia 19. Rofi 20. Ario 21. Milwan Akbar 22. Uli 23. Habibkw 24. Kamil 25.Herlangga 27. WAWAN 28. Jetc 29. Deni 30. Keyka 31. Gadri BEPERGIAN DENGAN KERETA API Minggu, 8 Juni 2014 FIM CLUB 8 Traventure mengadakan share session atau yang kemudian disebut SharSe yang berjudul Bepergian dengan Kereta Api. SharSe ini menghadirkan bomber seorang Ahli Geografi Universitas Gadjah Mada angkatan 2011 yang bernama Azzam Ghozi Ahmad, dimoderatori oleh seorang jurnalis Kepulauan Riau Batam yaitu saudara Milwan Akbar dan separtikel butiran debu yang baru saja menamatkan sarjana kedokterannya di Universitas Sebelas Maret yaitu saudara @iinms. Mengawali Sharse nya, pria kelahiran 27 September in...

Kaca dan Lensa

Gambar
No filter aja bokehnya udah keren gini. :) Taman baru UNS emang joss! 22/05/2014 4:52pm f/4.5 1/160 sec. ISO 1250 50mm no flash Lensa, sama halnya mata. Lensa dan mata mempunyai kacanya sendiri untuk memproyeksikan sebuah benda yang berada di depannya. Jika kacanya jernih, maka gambar yang terproyeksipun jernih. Jika kacanya Berdebu, maka gambar yang terproyeksipun tidak sebagus jika kacanya jernih. Begitu pula hati kita, dia memproyeksikan akhlak yang bersemayam dalam diri Kita. Jika hati dan fikiran kita baik maka yang tercermin dalam akhlak kita adalah baik. Jika hati dan fikiran kita Kotor, maka yang tertuang dalam keseharian kitapun akhlak yang kotor....

KESEMPATAN

# Dua puluh tahun dari sekarang, kita akan menyesal atas hal –hal yang tidak pernah kita lakukan bukan atas hal-hal yang pernah kita lakukan meski itu sebuah kesalahan. # -TereLiye- Ya, kesempatan memang tidak pernah datang dua kali dalam hidup kita. Dia datang dan berlalu begitu saja. Kesempatan untuk mengambil peluang, kesempatan untuk berbagi, kesempatan untuk membaca sebuah artikel maupun buku, kesempatan untuk beribadah dan kesempatan kesempatan lainnya. Pernah saya menyesali sesuatu dimana saya diajak untuk bergabung dengan komunitas tertentu oleh teman saya. Saat itu saya menolak nya. Setahun setelah ajakan itu komunitas itu menjadi komunitas yang cukup terkenal di Solo. Saya hanya menelan ludah ketika mendengar dan melihat berita-berita itu di radio maupun televisi. Pun kesempatan yang tidak pernah saya ambil ketika ada open recruitment panitia perhelatan akbar semacam SIEM, SIPA maupun SBC di Solo. Dengan alasan pada diri sendiri bahwa kuliah itu sibuk, kurangnya antusias, mau...

BAHAGIA itu...

# damn, damn, damn what i do to have you here... here... here.... I wish you were here... # Lagu Avril Lavigne mengalun lembut lewat playlist hapeku di penghujung malam yang sepi ini. Uhh jadi galau deh. Setelah beberapa jam yang lalu someone from past sms dan selalu berujung pada pertengkaran-pertengkaran ga logis karena masalah yang kecil –lagi-. Kenapa bisa bertengkar? Mungkin karena saya nggak nyaman lagi ma dia. Atau mungkin karena merajuk?? #ehh. Haha lupakan. Dan pertengkaran itu membuatku berfikir ulang tentang kebahagiaan. Tidak bahagiakah saya menjadi bagian dari hidupnya? Atau mungkin saya yang kurang mensyukuri keberadaan nya dalam hidup saya sehingga saya tidak bisa bahagia. Waktunya sangat tepat sekali ketika saya memikirkan tentang kebahagiaan ini dan menemukan rentetan kalimat yang terketik dalam buku baru saya Moga Bunda Di Sayang Allah nya TERELIYE. # kebahagiaan adalah kesetiaan Setia atas indahnya merasa cukup, Setia atas kecintaan berbagi, Dan setia atas ketulusan ...

Maaf

postingan note ini aku tulis duluuuu banget pas 01 April 2011. Heheh, ketika itu aku menyadari sesuatu bahwa jalan orang yang paling deket denganku akhirnya mau nggak mau harus berbeda. Sedih sobb, sedihhh banget karena perbedaan itu bukan kami sendiri yang buat. Semua Allah yang ngatur.... Biarlah kemudian menjadi episode cerita persahabatan tersendiri yang walau pahit tapi mau nggak mau harus kami jalan i dalam perangkaian mimpi kami masing2. cekidot:: "semua berubah.... kamu disana dan aku disini.... walo bersama namun jalan dan arah kita tetaplah beda. Aku yang melihat kenyamanan perjalananmu, yang sebelumnya telah kita rencanakan, harusnya bersyukur.... tapi kenapa hati ini sakit?? maaf, mungkin sudah saatnya aku harus sadar, jalan kita benar2 sudah tidak lagi sama. seperti hal nya ketika Rasul mengatakan pada org kafir yang memintanya setengah2 dalam menjalankan agama. dengan tegas turunlah ayat "Lakum diinukum waliyadien" yang artinya bagimu agamamu, bagiku aga...

Maafkan aku sahabatku....

Pengen nulis. Bawaannya lagi kesel. Bete. Hiks... mengapa selalu kayak gini?? selalu berantem, pertengkaran-pertengkaran kecil yang menghiasi persahabatan kami. Kadang pas lagi ga ketemu lama gini, bawaannya kangeeeeeeeeeeeennnn banget. Tapi kalo pas lagi tiap hari ketemu bawaannya bertengkar terus. T.T jangankan ketemu, dua mingguan gag ketemu ajja sempet2 nya bertengkar lewat sosial media. Sahabat. Sahabat adalah orang yang bisa membuat kita nyaman, menjaga, tertawa bersama, penyokong, penguat dan sebagainya. Dia adalah seseorang yang mengingatkan ketika kita salah. Memberi maaf ketika kita berbuat salah. tersenyum pas kita dengan seenak jidat ngebanyol gak jelas dan super garing. yang nyowel2 gag jelas ketika kita sok sibuk hanya demi urusan -urusan remeh temeh penghangat nuansa persahabatan. yang inget tanggal ulangtahun kita (walo emang ga ada tuntunannya). yang bakalan minta maaf sampe kita bener2 maafin pas dia ada salah. Bahkan sahabat adalah seseorang yang terkadang sering ik...

Pudarnya Pesona Cleopatra

NE CERPEN ASLINYA BUATAN Habiburrahman El Shirazy Monday, 25 February 2008 21:07 Dengan panjang lebar ibu menjelaskan, sebenarnya sejak ada dalam kandungan aku telah dijodohkan dengan Raihana yang tak pernah kukenal. “Ibunya Raihana adalah teman karib ibu waktu nyantri di pesantren Mangkuyudan Solo dulu,” kata ibu. “Kami pernah berjanji, jika dikarunia anak berlainan jenis akan besanan untuk memperteguh tali persaudaraan. Karena itu ibu mohon keikhlasanmu,” ucap beliau dengan nada mengiba. Dalam pergulatan jiwa yang sulit berhari-hari, akhirnya aku pasrah. Aku menuruti keinginan ibu. Aku tak mau mengecewakan ibu. Aku ingin menjadi mentari pagi di hatinya, meskipun untuk itu aku harus mengorbankan diriku. Dengan hati pahit kuserahkan semuanya bulat-bulat pada ibu. Meskipun sesungguhnya dalam hatiku timbul kecemasan-kecemasan yang datang begitu saja dan tidak tahu alasannya. Yang jelas aku sudah punya kriteria dan impian tersendiri untuk calon istriku. Aku tidak bisa berbuat apa-...