Kamis, 31 Desember 2015

SAVE THE DATE

Ya Allah Yaa Rahiim
Jadikanlah kami (IIN & Chabib) sebagai suami istri yang saling mencintai dikala dekat
Saling menjaga kehormatan di kala jauh
Saling menghibur di kala duka
Saling mendoakan dalam kebaikan dan taqwa
Dan saling menyempurnakan dalam peribadatan.
Sempurnakanlah kebahagiaan kami dengan menjadikan pernikahan ini sebagai ibadah kepada-Mu dan bakti ketaatan kami serta cinta kami kepada Sunnah Rasul Mu
Amin yaa Robbal ‘Alamin..



Sabtu, 14 Februari 2015

PAROTITIS

Definisi
Penyakit Gondongan (Mumps atau Parotitis) adalah suatu penyakit menular dimana sesorang terinfeksi oleh virus (Paramyxovirus) yang menyerang kelenjar ludah (kelenjar parotis) di antara telinga dan rahang sehingga menyebabkan pembengkakan pada leher bagian atas atau pipi bagian bawah. Penyakit gondongan tersebar di seluruh dunia dan dapat timbul secara endemik atau epidemik, Gangguan ini cenderung menyerang anak-anak  dibawah usia 15 tahun (sekitar 85% kasus) (Warta Medika,2009).
 Parotitis  ialah penyakit virus akut yang biasanya menyerang kelenjar ludah terutama kelenjar parotis (sekitar 60% kasus).  Gejala khas yaitu pembesaran kelenjar ludah terutama kelenjar parotis.  Pada saluran kelenjar ludah terjadi kelainan berupa pembengkakan sel epitel, pelebaran dan penyumbatan saluran. Pada orang dewasa, infeksi ini bisa menyerang testis (buah zakar), sistem saraf pusat, pankreas, prostat, payudara dan organ lainnya. Adapun mereka yang beresiko besar untuk menderita atau tertular penyakit ini adalah mereka yang menggunakan atau mengkonsumsi obat-obatan tertentu untuk menekan hormon kelenjar tiroid dan mereka yang kekurangan zat Iodium dalam tubuh (Sumarmo,2008)

Etiologi Parotitis
Agen penyebab parotitis epidemika adalah anggota dari kelompok paramyxovirus, yang juga termasuk didalamnya virus parainfluenza, measles, dan virus newcastle disease.  Ukuran dari partikel paramyxovirus sebesar 90 – 300 mµ.  Virus telah diisolasi dari ludah, cairan serebrospinal, darah, urin, otak dan jaringan terinfeksi lain. Mumps merupakan virus RNA rantai tunggal genusRubulavirus subfamily Paramyxovirinae dan family Paramyxoviridae. Virus mumps mempunyai 2 glikoprotein yaitu hamaglutinin-neuramidase dan perpaduan protein. Virus ini juga memiliki dua komponen yang sanggup memfiksasi, yaitu : antigen S atau yang dapat larut (soluble) yang berasal dari nukleokapsid dan antigen V yang berasal dari hemaglutinin permukaan.

Jumat, 13 Februari 2015

HUBUNGAN ANTARA PERIODONTITIS TERHADAP PENYAKIT JANTUNG KORONER


No
Nama
NIM
1
Feni Istikharoh
020810188
2.
Rendita DY
020810189
3.
Marwan Purnomo
020810190
4.
Alfi Mubarak
020810191
5.
Evi Veronica C
020810192
6.
Dian Widya AP
020810193
7.
Ana Nurul H A
020810194
8.
Putu Mariati K D
020810195
9.
Dika Purnama Dewi
020810198
10.
Nurul Farizah
020810199






Oleh:
Kelompok 11




ILMU FAAL I – DEPARTEMEN BIOLOGI ORAL
FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI – UNAIR
Semester Genap – 2008/2009


KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum Wr. Wb
            Puji syukur kehadirat Allah SWT atas limpahan rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah seminar faal I ini dengan sebaik-baiknya.
            Dalam makalah ini penulis mengambil judul ”Akibat Periodontitis terhadap Penyakit Jantung Koroner” yang sangat penting untuk diketahui oleh masyarakat luas, berguna untuk memberi informasi mengenai  periodontitis yang sering diidap oleh masyarakat Indonesia, serta adakah hubungannya dengan penyakit jantung koroner yang juga merupakan penyakit ang menjadi penyeab utama kematian di dunia.
            Dalam melakukan penyusunan makalah ini, penulis mendapat banyak bantuan, bimbingan, dan dukungan dari berbagai pihak, oleh karena itu pada kesempatan ini penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada:
1. drg. Yuliati, MKes.selaku dosen pembimbing,
2. Rekan – rekan FKG Unair, dan
3. Seluruh pihak yang telah membantu penyusunan makalah ini.
            Harapan penulis, semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan dan bermanfaat bagi penulis, pembaca, serta masyarakat. Oleh karena itu, penulis mengharapkan adanya kritik dan saran yang membangun demi perbaikan pada penulisan lainnya di masa yang akan datang.

                                                                                                Surabaya, 18 Juni 2009

Penulis